Entah ini hanya aku, tapi aku merasa hujan ini datang untukku. Seolah ia mengerti apa yang kudamba. Suasana tenang seperti ini, suara yang pelan namun konstan, seolah bertempo dengan dinamika sempurna.
Aku duduk di sisi jendela mobil, memandang ke langit yang makin lama makin kelabu. Seperti naluri, rasanya aku ingin menjulurkan tanganku ke luar, merasakan tetes-tetes air menjalari telapak tanganku.
EH TIBA TIBA ABIS NULIS GINIAN AKU KEPELESET. :)
Jadi, harus disyukuri atau disesali hujan kali ini?
