Bukankah harusnya malam ini diisi dengan belajar, berberes, mengulang kembali semua yang didapat di sekolah, atau sekedar mempersiapkan diri untuk menghadapi esok?
Andai aku dapat melakukan semuanya.
Entah kenapa, aku ingin kembali ke dunia ini sejenak. Aku belum siap menghadapi dunia nyata lagi. Sesak rasanya, penuh, seperti dihimpit dalam bis pada jam pulang kantor, yang sesak karena puluhan orang yang tidak ingin mengalah. Dihimpit kanan, dihimpit kiri. Didesak depan maupun belakang. Panas, gerah. Aku tidak suka. Aku tidak nyaman.
Andai aku dapat melakukan semuanya.
Entah kenapa, aku ingin kembali ke dunia ini sejenak. Aku belum siap menghadapi dunia nyata lagi. Sesak rasanya, penuh, seperti dihimpit dalam bis pada jam pulang kantor, yang sesak karena puluhan orang yang tidak ingin mengalah. Dihimpit kanan, dihimpit kiri. Didesak depan maupun belakang. Panas, gerah. Aku tidak suka. Aku tidak nyaman.
Masuk ke dunia kata, rasanya seperti penyegaran dan pencerahan. Seperti jalan-jalan sore di sebuah taman sejuk, dibisiki pelan oleh angin yang lembut dan digoda oleh rumput yang halus. Seperti masuk ke dalam air dan mengetahui bahwa kamu bisa bernafas leluasa di dalamnya. Seperti bermimpi indah, saking indahnya sampai terus ingin terpejam. Rasanya seperti tidak ingin pergi kan?
Yah, aku juga seperti itu.
Yah, aku juga seperti itu.
Aku tidak ingin pergi dulu, untuk sejenak ini. Berat rasanya untuk melangkah, walau hanya satu hentakan tipis. Goyah rasanya kaki ini, susah menapak. Ragu untuk mengambil jalan, takut untuk memilih tujuan.
Jadi, sekarang harus ke mana?
Andai hidup ini punya peta. Andai aku tahu harus kemana melangkah, harus bagaimana bertingkah. Andai dunia nyata tidak sekejam yang ada. Andai...ah.
Terlalu banyak andai di kepala.
:)
