28.2.13
Facts (again!)
26.2.13
Quotes of the day.
25.2.13
Poor Bluey.
HAI. Just found out that nilai IPAku.... Huft. Cukup membuat melongo. Tapi yaudah lah, pokoknya tetep berharap biar TO selanjutnya bisa lebih baik. Amin!!
Nah sekarang aku lagi meratapi kondisi Bluey karena kertas-kertas kosongnya udah tinggal dikit. Which means.... Bluey bakal abis keisi dan aku harus beli buku baru....
Melihat kondisiku sekarang, gak mungkin aku beli buku karena....gak ada waktu, gak ada duit juga. Tapi melihat kondisi bluey yang udah tinggal 10 lembar dan kelas 9 masih akan berjalan 4 bulan lagi, aku gak mungkin sanggup menghemat bluey. Hm.
Dari sini aku buat keputusan untuk agak sedikit menghemat isi otak dan lebih banyak nulis di blog daripada di bluey. Dan aku bakal beli buku baru di bulan Maret akhir. Poor bluey :(
-L
24.2.13
Malem Minggu dan Malam Senin
Hi stalkers!!! HAHAH akhirnya kegiatan bloggingku mulai agak terakomodasi. Karena sekarang di Galaxy Note ku udah ada application Blogger yang bakal mempermudah proses blogging seorang Lala.
Aku baru sadar kalo dari internet hpku gak bisa nulis post di blog, padahal dulu pas aku masih pake si blackberry gembulku, aku selalu nulis di situ. Sekarang giliran si gembul udah tewas, ada laptop. Jadi gak pernah kepikiran bakal ngeblog pake hp.
Bytheway, Lala lagi meratapi isi dompet yang tinggal satu lembar seribuan. Sedih. Tadi pagi ngecek2in kantong celana apakah ada sisa uang dan hasilnya nihil :'(
Let me get this straight. Jadi abis ekspedisi kemaren sebenernya uangku sisa banyak. Tapi karena abis ekspedisi aku beneran kayak cacing kelaperan yang tiap sore kerjaannya mampir ke tri asih buat beli makanan, lama-lama uangku pun abis.... Ini masih tanggal 24 dan belom tanggal tanggalnya dikasih uang bulanan. Aku cukup beruntung Februari ini cuma sampe tanggal 28, kalo sampe tanggal 31....gatau deh nasibku gimana-_-
Enough with the intro.
Tadi malem itu malem apa ya? Ooh..malem minggu.
Awalnya dari Rabu aku udah planning banget pengen nonton Die Hard dan aku terus nanya ke Mas Fafa kapan dia pulang. Karena aku baru habis try out dan...gak ada salahnya lah kalo jalan-jalan dikit.
Malem minggu ini aku nginep di rumah Amanda, sepupuku. Mas fafa yang diharapkan dateng (mas fafa dateng = ada supir baru = duit pun banyak) ternyata ngga dateng jadi aku dan mas gaga pun ngemper ke rumah terdekat.. Malem minggu kemarin seperti layaknya malam-malam menginap di rumah Amanda, acara wajib yang kami lakukan adalah movie marathon. Mas Hugo kakaknya Amanda pun sudah mengantungi 3 DVD hasil belanjaannya. Malem itu kami nonton The Haunting in Connecticut. Cukup seram untuk bikin aku teriak...
Pagi paginya kami nonton The Impossible. Jam 11, aku pun pulang, ngambil buku, abis itu on the way ke tempat les.
Abis les aku makan terus dijemput, abis itu ke rumah Amanda lagi. Karena kalo pulang ke rumah sama aja boong...nanti bosen lagi.
Jadi seperti malam kemarin, malam Senin di rumah Amanda dipake untuk nonton film thriller LAGI yaitu Silent Hill: Revelation yang dibeli sama mas Hugo kemarin. Film ini layaknya film thriller biasa, cukup membuat selimut ketarik tarik dan tangan sibuk menutup kuping... If you know what I mean.
Aku akhirnya pulang setelah filmnya selesai. Tebak siapa yang jadi korban di rumah. Yap. Mbakku.
Dia sekarang nemenin aku tidur di kamar karena Ibu dan Bapak belum pulang. Sweet dreams, Lals. :)
-L
21.2.13
Dreams.
1. To write my own book.
2. To have my own balcony.
3. To travel around the world, visiting many countries and speak different languages.
4. To translate books.
5. To help people with special problems.
6. To name my kids after Al-Qur'an.
7. To write a song. Bunch of it. With rhymes.
8. To play violin.
9. To write a script of drama dialogue.
10. To get praised on my writings.
11. To write with my left hand.
12. To help someone change him/herself into a better person.
13. To be a good listener.
Is it too much? Because i still have many many more. And wishing all of it, or most of it, or any of it, will come true....someday.
-L
BLUEY! :3
Di tulisan kali ini aku mau mengenalkan kalian pada Bluey. Dia temanku yang aku bawa hampir tiap hari, tapi akhir-akhir ini aku cuekin saking sibuknya. Nah hari ini aku dan Bluey balikan lagi, dan aku mulai bawa bluey kemana-mana layaknya pacar. Ini dia bentuknya:
Cheers!
18.2.13
(persiapan) Presentasi Akhir Ekspedisi Potensi Alam dan Manusia Jawa Timur!
Jadi, sejak terakhir kali aku ngepost (tepatnya 8 Februari 2013), aku bener-bener sibuk dan pusing ngurusin tugas yang kalo didaftar bisa satu halaman kali. Setelah ekspedisi, murid SMP dikasih waktu 2 minggu (HANYA 2 minggu, untuk pertama kalinya) untuk mempersiapkan presentasi akhir.
Di presentasi akhir, secara umumnya kami harus mempersiapkan segala bentuk pertanggungjawaban selama ekspedisi. Mulai dari laporan individu, tugas-tugas kecil yang diberikan oleh guru pelajaran, buku panduan, laporan keuangan dan pertanggungjawaban, dan yang paling repot adalah membuat display yang mewakili perjalanan kami.
Nah tahun ini aku mencoba hal yang baru dengan orang-orang yang baru juga, yaitu Faris Fahri dan Zeva. Display atau tampilan presentasi akhir ini secara umum dibagi 3 sesuai dengan kabupaten yang kami kunjungi, yaitu Surabaya, Malang, dan Probolinggo. Aku masuk bagian Malang, tepatnya di bagian Jatim Park II, salah satu tujuan kami.
Seminggu pertama masih minggu adaptasi. Jadi secara umum kami baru mulai membagi panitia dan penanggungjawab display, dan karena pikiran masih 'jetlag' akibatnya kami juga belum sempat melakukan apa-apa yang berarti.
Kemudian masuk minggu kedua.
Pada awalnya aku bingung dan mandek karena bekerja dengan orang-orang baru dan kondisi badan juga lagi gak fit, akibatnya kerja juga gak efektif. Kami menemukan konsep awal yang benar-benar pasti baru hari Selasa atau Rabu. Padahal presentasi hari Sabtu. Akhirnya aku kebut-kebut pekerjaan dan aku coba bagi waktu se-efektif mungkin, akhirnya berhasil juga!
Hari Jum'at atau H-1 presentasi aku panik karena banyak kerjaan yang belum selesai. Tapi untung saja banyak yang bantuin. Hari Jum'at menurutku seru juga karena disitu kami semua bener-bener kerja, dan seperti biasa, kami melakukan tradisi pulang malam.
Hari Jum'at itu aku bawa kamera dan sempat foto-foto beberapa kegiatan yang aku lakukan. Seperti mengecat burung emu buatan kami, pantat sapi buatan Obin, Inaya, dan Dhanti, dan Igi yang memakai seragam Angkatan Laut.
| Positioning the 'Burung Emu' sign |
| This is how the crowd was. |
| Dhanti, Inaya, and Obin, painting the pantat sapi |
| LOL!!! Faris and his 'hanya untuk dikagumi' sign =)) |
| Pantat sapi and the 'hanya untuk dikagumi' sign =)) |
| Shifa-Iven-Faris =)) |
| Me, Igi, his navy outfit, and his moustache! :) |
| Diandra & Igi! |
| Alifa-Igi-Lala-Faris and his poor expression. |
Malamnya, aku pulang jam 7an gitu, Fastira nginep di rumahku. Malem itu seperti layaknya malam-malam menginap Lala dan Fastira, kami nonton film-film seperti Malam Minggu Miko, Love In Perth, dan Ada Apa Dengan Cinta. Tapi bagian film Ada Apa Dengan Cinta, aku ketiduran. Kata Fastira dia tetep nonton sampai habis, walaupun aku udah tidur-_-. Kemudian kami juga bertukar handphone untuk saling membajak.
Pagi-paginya kami sampai di sekolah jam setengah 9, udah lumayan rame. Fastira langsung ke standnya buat finishing, dan aku bantuin bu Eva untuk ngurusin beberapa hal yang perlu diurus. Setelah itu presentasi dimulai...yah berjalan cukup lancar walaupun ada sedikit-sedikit yang tersendat..
Nah masalah presentasinya gausah diceritain ya...karena tanganku sudah cukup pegal dan gak begitu banyak foto-foto yang aku ambil juga. HEHE daah!! <3 p="">
-L3>
8.2.13
Jurnalku yang hilang.
Kutancapkan bebanku di atas kapal, di malam dingin sunyi dan berangin bulan Januari. Suara ombak dan suasana yang ia bawa membuatku tenggelam. Mataku menerawang jauh, memandang penuh makna ke arah depan. Kulihat sang perwira meletakkan tangan kanannya di pinggang. Menancapkan tongkat ke tanah. Pandangannya tak teralihkan.
Sayup ku seperti melihat bibirnya bergerak, mendengarkan sebuah ucapan yang pelan, tapi yakin dan teguh.
"Jalesveva Jayamahe."
Mungkin suasana ini dinikmati dengan bernyanyi dan tertawa untuk yang lain. Tapi mau apa? Sudah kumasuki duniaku yang ini, duniaku yang tidak ingin kutinggalkan. Duniaku yang aku tak rela jika direnggut.
Mungkin hanya angin dan lampu sang Surabaya malam yang mengerti tulisanku.
Aku ingin tetap merasa seperti ini. Merasa jika selalu ada kertas dan pulpen tinta hitam bagiku. Untuk menulis apa saja. Puisi, rima, jurnal, ah.
Mungkin aku akan berhenti menulis sekarang. Bau polusi dan kecepatan kapal yang melambat membuatku mual. Ini tandanya aku harus kembali. Mungkin aku akan berada disini lagi, suatu hari, dengan menemukan portalku. Entah apapun itu.
Selamat malam Januari. Aku menulis untukmu dan semua kenangan yang telah kualami. Selamat malam Januari. Aku mengharapkan awal yang baik esok. Semoga tetanggamu itu yang bernama Februari juga sama menyenangkannya denganmu. Selamat malam Januari.
4.2.13
Ekspedisi Potensi Alam dan Manusia Jawa Timur (pt. 2!)
Pengalaman mengesankan selanjutnya ada di hari keempat. Saat itu jadwalnya kami pergi ke Koarmatim dan Jembatan Suramadu. Pertama kami ke tempat control room Jembatan Suramadu, disana kami dapat penjelasan mengenai Jembatan Suramadu. Karena sebelumnya kami sudah dapat penjelasan dari Pak Suko, narasumber terakhir, kami sudah dapat gambaran mengenai Jembatan Suramadu.
Oh iya kami juga dapat kesempatan untuk berfoto bersama di Jembatan Suramadu!! Itu proses yang sangat cepat karena kami harus turun dan naik dengan cepat juga.
Kemudian kami menuju Koarmatim. Koarmatim adalah singkatan dari Komando Armada Timur. Ini adalah pangkalan Angkatan Laut bagian Timur Indonesia, yang wilayahnya mencakup tengah Laut Jawa sampai Papua sana. Kami diberikan penjelasan oleh para tokoh Angkatan Laut yang sangat gagah dan disiplin, membuatku teringat akan kakekku dulu. Lalu kami berkeliling kapal yang sangat besar dan canggih, aku sempat berfoto banyak disana.
| kapal-kapal |
| Yasmin-Lala-Alifa-Faris |
| HAHA! Cute :3 |
| look at me....-_- |
| Jalesveva Jayamahe! |
| HEHE |
| Still, the ship is amazing! |
| Fastira-Bu Ira-Lala |
| with Pak Margo! |
| Shaking hands with Pak Rafael |
Well, that was an unforgettable journey.
Usai dari Koarmatim, kami menuju Monumen Kapal Selam, disana lumayan keren, aku membayangkan bagaimana kapal selam dulu dipakai untuk memperjuangkan Indonesia.
| Looking up the periscope |
Dan kemudian menuju Jembatan Suramadu (lagi). Tapi kali ini kami menaiki sebuah kapal besar dan melintasi jembatan Suramadu. Yah, seru juga. Aku banyak berfoto dengan teman-teman. Oh iya aku juga berfoto dengan topi Pak Nahkoda. Aku kemudian menulis jurnal lagi, di kertas hotel yang telah aku kantungi. Sayang, sekarang kertas itu hilang. Mungkin hanya angin malam dan lampu sang Surabaya malam yang mengetahui isi pikiranku. Itu satu-satunya kalimat yang aku ingat dari jurnal itu. :"
| Me & Fastira in Purple Lights! |
| Me in purple lights! |
| Me in Blue :3 |
| Afnine in Blue ({}) |
| Me with the Captain's hat! Sir yes sir! |
Setelah dari sana, perjalanan mulai menjadi makin menyenangkan. Malam itu setelah dari Suramadu, kami menuju Bromo. Sesampainya disana, udara mulai dingin. Saat itu aku memakai baju dan sweater. Bis besar kami berhenti dan parkir di terminal Sukapura, terminal terakhir sebelum memasuki Bromo. Bis besar tidak bisa melewati jalur yang terlalu berliku dan menanjak. Kami naik sebuah bis kecil seperti elf, dan menuju tempat peristirahatan kami.
Perjalanan cukup panjang, dan Dhani tertidur di bahuku. Setelah sampai, ia terbangun dan aku juga terbangun. Suhu di luar lebih dingin dari di terminal tadi, untungnya aku sudah pakai sweater. Rumah homestay yang kami sewa hanya beberapa meter dari pintu gerbang Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Setelah sampai, teman-temanku langsung mencari tempat tidur. Aku awalnya menduga tempat tidurnya kurang, akhirnya aku biarkan saja adik-adik mencari tempat tidur duluan, yang penting mereka bisa tidur enak. Aku bilang ke teman-teman, "Sudah gih duluan aja, aku tidur di mana aja juga gak papa." Aku udah siapkan diri buat tidur di sofa depan. Ternyata tempat tidur cukup banyak, aku dapat tidur di sebelah Bu Eva. Kasur kami cukup besar dan empuk jadi kami tidur tanpa bantal.
Jumat, 1 Februari 2013.
Pagi itu aku bangun setelah ditepuk Bu Eva. Bu Eva bilang sebentar lagi sunrise, aku langsung bangun dan ngambil kamera. Bu Eva nawarin aku untuk shalat, aku bilang, aku mau keluar sebentar dulu untuk foto-foto. Aku udah pake jaket dan sepatu Bu Eva, karena jaketku masih di dalam tas. Setelah itu aku menuju pintu depan, dan aku disapa Bu Nur.
"Lala?"
"Iya bu?"
"Mau kemana?"
"Mau foto sunrise bu"
"Udah shalat?"
"*bingung* *jujur aja deh* Belum bu."
"Yah shalat dulu lah, itu kan yang penting."
"Iya deh bu, shalatnya menghadap kemana?"
"Kemana aja la, kan kita gak tau."
Aku agak bingung tapi yang jelas akhirnya aku balik lagi, Bu Eva sampai bingung, terus aku bilang aku disuruh shalat dulu sama Bu Nur. Setelah itu aku melepas jaket, aku ke kamar mandi setengah lari. Kemudian aku coba siram tanganku, yaampun dingin banget, berasa pake air es. Akhirnya aku gak tau kesambet apa, akhirnya aku langsung wudhu aja walaupun itu udah lompat-lompat. Aku shalat mengikuti arah tempat tidur. Usai shalat aku ketemu Bu Ira.
"Mau kemana La?"
"Ini mau liat sunrise bu, mau cari pintu misterius." (maksudnya pintu untuk ke balkon, karena disitu emang pintunya banyak banget tapi ada yang gak bisa kebuka, jadi aku bilang aja pintu misterius)
"Lala kamu ngigo ya?"
Alamaakkk. Seger gini abis wudhu dibilang ngigo? Akhirnya aku bilang ke Bu Ira, "Ya ampun Bu Ira! Aku udah bangun masa ibu gak percaya sih, nih buktinya saya tau 9x7 itu 63!" Itu kalimat paling spontan. Untuk membuktikan aku sadar, aku pun bilang ke Bu Ira kalau aku udah bisa ngitung.
Kemudian aku jalan keluar, akhirnya aku menemukan pintu misteriusnya. Wah, bagus banget pemandangannya. Setelah aku puas nganga, aku pun balik lagi ke dalam. Aku bangunin adik-adikku, aku suruh mereka ke luar juga. Pas selesai aku akhirnya keluar, aku ketemu anak laki-laki, waktu itu ada Alif sama Akmal.
Pagi itu aku jalan-jalan sama Fastira dan Dhani, tapi Fastira keburu kabur karena ada anjing. Yasudah akhirnya aku dan Dhani pun jalan-jalan, akhirnya kita ketemu Pak Joko. Itu puas banget foto-fotonya. Aku dan Dhani jalan ke tempat Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Dari atas situ, kita bisa melihat Gunung Bromo dan kawahnya yang berasap. Di bawahnya kabut tebal menutupi pengelihatan kita. Aslinya di bawah itu ada jalur jeep dan pura tempat ibadah Suku Tengger. Juga ada beberapa kuda yang disewakan. Ini dia hasil foto-fotoku dari atas sana:
| Asap putih dari kawahnya mengepul ke angkasa :) |
| Aku dan Obin udah kayak kakak-adik padahal umur Obin lebih muda daripada aku :') |
| Lala-Obin-Diandra-Iven :) |
| with the girls & Pak Joko! |
Pagi itu akhirnya semua pada keluar dan jalan ke tempat aku dan Dhani tadi, yasudah akhirnya aku ikut dan foto-foto lagi (fotonya udah ada di atas). Sepanjang hari itu kemudian kita diskusi dengan pak kepala desa, dan jalan-jalan ke pemukiman Suku Tengger. Lumayan cuci mata dengan kreasiNya yang mengagumkan. Nah sekitar sore hari kita udah selesai dan kembali ke homestay. Aku sempat foto-foto juga sebelum batere kameraku habis:
| With penguin gembulku wuffwuff |
| with Vincha |
| Lala+Iven:) |
Sore itu kami semua ditawari untuk pergi ke sebuah desa menaiki truk besar yang untuk ngangkat sapi gitu, awalnya aku gak mau tapi akhirnya aku mau. Lumayan, 40 orang desek-desekan di dalam satu truk. Aku awalnya di tengah terus kedorong ke samping, akhirnya malah enak dapet pegangan. Nah ada saat dimana ada semacam gerbang portal gitu, yang sangat pendek jadi semua orang harus menunduk, bahkan aku yang pendek aja harus nunduk. Aku beneran gak bisa jongkok sempurna akhirnya aku cuma nunduk dikit dan kepalaku ditahan sama kak Ino dari belakang. Setelah selesai kami semua puas, itu beneran pengalaman yang gak bisa dilupakan. Pemandangan di samping juga bagus.
Perjalanan pulang, supir gak berani ngangkut kita semua, akhirnya dibagi 2 kloter. Satu kloter jalan duluan sampai melewati portal, terus turun disana. Supir akan balik lagi jemput kloter kedua. Supaya gak begitu penuh. Nah saat itu aku, Fastira, kak Ino, Faris, Octav, Akmal, Bu Eva, Pak Joko, Dhani, dan lain-lain ikut kloter kedua. Seru banget, di jalan kita nyanyi-nyanyi dan ketawa bareng. Aku gak nyesel ikut naik truck tadi. Kalau aku gak naik mungkin aku akan ketinggalan semuanya.
Setelah pulang, seperti biasa aku haus, jadi aku beli susu strawberry. Nah selesai beli, aku akhirnya beli lagi. Karena aku terlalu suka sama susu strawberry, jadi akhirnya setiap perjalanan aku sempetin untuk beli susu strawberry. Sore itu aku main bareng sama anak-anak perempuan di homestay. Saking dinginnya, di ruang depan homestay kita bakar arang di satu tempat kayak ember gitu, tapi dari stainless. Suasana jadi tambah hangat. Kami main ABC 5 Dasar, kategorinya nama anak-anak Al-Falah dari Baby House sampai SMA tapi alumni gak boleh masuk. Nah yang gak bisa jawab dipakein bedak satu colek. Aku kena 2 kali-_-
Akhirnya aku ketiduran di sofa. Aku beneran tidur nyenyak banget, rambutku digerai. Pas bangun-bangun aku bingung, aku ngeliatin kok temen-temen udah pada makan terus di luar gelap banget, nah temen-temen pada ngetawain aku karena katanya aku kayak setan, bangun-bangun ngeliatin orang mana rambutnya digerai lagi. Akhirnya aku jadi laper, aku ikut makan juga.
Malam itu kita harus tidur cepat karena paginya kita harus berangkat liat sunrise. Aku tidur sekitar jam 8 atau setengah 9, kemudian aku bangun dan pakai jaket tebel, karena katanya dingin. Selesai itu aku naik jeep, aku satu jeep sama Kak Ino, Farah, Bening, dan Irfan. Perjalanan lumayan panjang dan menanjak, tapi kami gak bisa lihat apa-apa karena masih gelap. Nah sampai di atas, udah ada banyak orang yang duduk dan berdiri di pagar. Aku lalu shalat dulu, aduh itu airnya seger banget, akhirnya aku shalat Subuh dan mulai milih tempat yang bagus. Akhirnya aku dapet tempat di sebelah bapak-bapak bule yang kayaknya kasihan karena daritadi aku gak dapet tempat yang bagus.
| awalnya baru keliatan kayak gini aja, guratan halus oranye di langit |
| Lama-lama makin terang dan jadi kayak gini.. |
| Pada mulanya matahari muncul hanya titik kecil dan masih bersembunyi di balik awan.. |
| Beberapa menit kemudian, matahari makin tinggi dan membesar, juga makin silau cahayanya. Inilah sunrise! :) |
| tidak lupa kami juga foto per kelas :) |
Setelah dari situ, kami kembali ke jeep yang tadi, tidak lupa mampir beli makanan hangat seperti kentang goreng, bentuknya bulat dan ditusuk-tusuk, harganya Rp 10.000/3 tusuk. Ada juga yang beli pisang goreng. Nah setelah perut lumayan terisi, kami turun ke tempat dataran pasir yang luas, seperti gurun, dan aku baru lihat ternyata tadi pagi kita melewati jalur yang sangat curam dan berliku, tapi pemandangannya surga. Kabut tebal di bawah membuat aku pengen terjun rasanya, bener-bener indah. Akhirnya kita sampai ke tempat semacam gurun pasir yang luas. Aku jadi ingat Dubai. Yang ini ternyata ada di negeri kita sendiri :')
| ini Jeep-Jeep yang telah siap sedia untuk disewakan |
| Ini jeep yang aku pakai, bersama Kak Ino, Farah, Bening, dan Irfan. |
| Inilah pemandangan padang pasir yang kayak gurun, disana lumayan berkabut. |
| Kuda-kuda |
Pak Seger, pemilik si Belang, berkata padaku cara naik kuda dan katanya aku harus mengikuti gerakan dia. Pada awalnya aku kagok dan miring-miring karena gak ngerti si Belang mau kemana. Apalagi jalannya juga naik turun.
Setelah sampai ke tempat berhentinya para kuda, aku turun dari kuda. Mulai sekarang semuanya ditempuh dengan melangkah. Nah aku lihat disitu pemandangannya bagus banget, serasa di dunia lain. Kemudian aku lihat tangga kuning di bawah, ada 240 anak tangga. Gak seberapa kalau dibandingin sama Kampung Naga tahun lalu! Hahaha. Akhirnya aku naik dan lihat kawah berasap Gunung Bromo. Aku senang sekali :')
| Asap asap! |
| setelah turun dari kawah Bromo, istirahat sebentar dan foto-foto! |
| awan bentuk gajah dan bebek yang aku lihat saat setelah turun dari kawah Bromo |
Akhirnya selesai juga, aku akhirnya turun dan kembali ke tempat semula sama si Belang lagi, kali ini aku udah mulai menguasai gerakannya, dan aku udah bisa gak pegangan. Setelah sampai, aku turun dan berterimakasih pada Pak Seger. Akhirnya aku naik kuda!!!! HAHA :D
Sampai di homestay aku rapih-rapih dan kemudian turun ke terminal Sukapura pakai elf lagi. Di perjalanan aku tertidur, dan Fastira yang aku senderin bahunya juga tertidur. Kami bawa makanan dan jalanan berguncang, alhasil makanan tumpah ke bajuku... Bajuku kotor, untung saja aku bawa jaket tambahan di ransel. Hmm..akhirnya aku pakai jaket itu. Elf pertama dan elf kedua sudah datang, tapi elf terakhir gak dateng-dateng juga. Akhirnya aku duduk aja dulu, aku udah keburu bete sama bajuku, tapi aku liat Fastira sakit, yaudah aku jadi gak boleh bete juga. Di perjalanan ke bandara Juanda, aku tidur lumayan nyenyak. Setelah sampai, seperti biasa kami mengikuti prosedur check in-masukin bagasi-boarding. Karena kami datangnya juga terlambat, akhirnya nunggunya gak lama-lama banget. Setelah itu aku masuk ke pesawat, aku duduk di sebelah Faris.
Di pesawat, aku mendengarkan lagu saja, dan sesekali menulis jurnal, tapi karena sudah pegel akhirnya aku tidur. Gak lama aku tidur, sudah saatnya landing. Aku akhirnya sampai di Jakarta lagi. Aku bertemu Bapak sama Ibu, dan seperti biasa Bapak sudah siap sedia beliin aku hot chocolate :')
Aku gak percaya ini semua terjadi baru kemarin...
Dan berakhir juga cepet banget. Aku ngerasa ekspedisi 6 hari kurang nendang, aku mau lebih!!!! Bawa aku kemana aja asalkan sama anak-anak ini, aku mau!! :"")
-L
