8.2.13

Jurnalku yang hilang.

31 Januari 2013.
Kutancapkan bebanku di atas kapal, di malam dingin sunyi dan berangin bulan Januari. Suara ombak dan suasana yang ia bawa membuatku tenggelam. Mataku menerawang jauh, memandang penuh makna ke arah depan. Kulihat sang perwira meletakkan tangan kanannya di pinggang. Menancapkan tongkat ke tanah. Pandangannya tak teralihkan. 
Sayup ku seperti melihat bibirnya bergerak, mendengarkan sebuah ucapan yang pelan, tapi yakin dan teguh. 
"Jalesveva Jayamahe."

Mungkin suasana ini dinikmati dengan bernyanyi dan tertawa untuk yang lain. Tapi mau apa? Sudah kumasuki duniaku yang ini, duniaku yang tidak ingin kutinggalkan. Duniaku yang aku tak rela jika direnggut.

Mungkin hanya angin dan lampu sang Surabaya malam yang mengerti tulisanku.
Aku ingin tetap merasa seperti ini. Merasa jika selalu ada kertas dan pulpen tinta hitam bagiku. Untuk menulis apa saja. Puisi, rima, jurnal, ah.
Mungkin aku akan berhenti menulis sekarang. Bau polusi dan kecepatan kapal yang melambat membuatku mual. Ini tandanya aku harus kembali. Mungkin aku akan berada disini lagi, suatu hari, dengan menemukan portalku. Entah apapun itu.

Selamat malam Januari. Aku menulis untukmu dan semua kenangan yang telah kualami. Selamat malam Januari. Aku mengharapkan awal yang baik esok. Semoga tetanggamu itu yang bernama Februari juga sama menyenangkannya denganmu. Selamat malam Januari.

No comments:

Post a Comment

Lilypie Kids Birthday tickers