4.2.13

Ekspedisi Potensi Alam dan Manusia Jawa Timur (pt. 2!)

Kamis, 31 Januari 2013.
Pengalaman mengesankan selanjutnya ada di hari keempat. Saat itu jadwalnya kami pergi ke Koarmatim dan Jembatan Suramadu. Pertama kami ke tempat control room Jembatan Suramadu, disana kami dapat penjelasan mengenai Jembatan Suramadu. Karena sebelumnya kami sudah dapat penjelasan dari Pak Suko, narasumber terakhir, kami sudah dapat gambaran mengenai Jembatan Suramadu.
Oh iya kami juga dapat kesempatan untuk berfoto bersama di Jembatan Suramadu!! Itu proses yang sangat cepat karena kami harus turun dan naik dengan cepat juga.

Kemudian kami menuju Koarmatim. Koarmatim adalah singkatan dari Komando Armada Timur. Ini adalah pangkalan Angkatan Laut bagian Timur Indonesia, yang wilayahnya mencakup tengah Laut Jawa sampai Papua sana. Kami diberikan penjelasan oleh para tokoh Angkatan Laut yang sangat gagah dan disiplin, membuatku teringat akan kakekku dulu. Lalu kami berkeliling kapal yang sangat besar dan canggih, aku sempat berfoto banyak disana.
kapal-kapal

Yasmin-Lala-Alifa-Faris

HAHA! Cute :3

look at me....-_-

Jalesveva Jayamahe!

HEHE

Still, the ship is amazing!


Fastira-Bu Ira-Lala

with Pak Margo!

Shaking hands with Pak Rafael

Well, that was an unforgettable journey.
Usai dari Koarmatim, kami menuju Monumen Kapal Selam, disana lumayan keren, aku membayangkan bagaimana kapal selam dulu dipakai untuk memperjuangkan Indonesia.
Looking up the periscope


Dan kemudian menuju Jembatan Suramadu (lagi). Tapi kali ini kami menaiki sebuah kapal besar dan melintasi jembatan Suramadu. Yah, seru juga. Aku banyak berfoto dengan teman-teman. Oh iya aku juga berfoto dengan topi Pak Nahkoda. Aku kemudian menulis jurnal lagi, di kertas hotel yang telah aku kantungi. Sayang, sekarang kertas itu hilang. Mungkin hanya angin malam dan lampu sang Surabaya malam yang mengetahui isi pikiranku. Itu satu-satunya kalimat yang aku ingat dari jurnal itu. :"


Me & Fastira in Purple Lights!

Me in purple lights!

Me in Blue :3


Afnine in Blue ({})


Me with the Captain's hat! Sir yes sir!

Setelah dari sana, perjalanan mulai menjadi makin menyenangkan. Malam itu setelah dari Suramadu, kami menuju Bromo. Sesampainya disana, udara mulai dingin. Saat itu aku memakai baju dan sweater. Bis besar kami berhenti dan parkir di terminal Sukapura, terminal terakhir sebelum memasuki Bromo. Bis besar tidak bisa melewati jalur yang terlalu berliku dan menanjak. Kami naik sebuah bis kecil seperti elf, dan menuju tempat peristirahatan kami.
Perjalanan cukup panjang, dan Dhani tertidur di bahuku. Setelah sampai, ia terbangun dan aku juga terbangun. Suhu di luar lebih dingin dari di terminal tadi, untungnya aku sudah pakai sweater. Rumah homestay yang kami sewa hanya beberapa meter dari pintu gerbang Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Setelah sampai, teman-temanku langsung mencari tempat tidur. Aku awalnya menduga tempat tidurnya kurang, akhirnya aku biarkan saja adik-adik mencari tempat tidur duluan, yang penting mereka  bisa tidur enak. Aku bilang ke teman-teman, "Sudah gih duluan aja, aku tidur di mana aja juga gak papa." Aku udah siapkan diri buat tidur di sofa depan. Ternyata tempat tidur cukup banyak, aku dapat tidur di sebelah Bu Eva. Kasur kami cukup besar dan empuk jadi kami tidur tanpa bantal.

Jumat, 1 Februari 2013.
Pagi itu aku bangun setelah ditepuk Bu Eva. Bu Eva bilang sebentar lagi sunrise, aku langsung bangun dan ngambil kamera. Bu Eva nawarin aku untuk shalat, aku bilang, aku mau keluar sebentar dulu untuk foto-foto. Aku udah pake jaket dan sepatu Bu Eva,  karena jaketku masih di dalam tas. Setelah itu aku menuju pintu depan, dan aku disapa Bu Nur.

"Lala?"
"Iya bu?"
"Mau kemana?"
"Mau foto sunrise bu"
"Udah shalat?"
"*bingung* *jujur aja deh* Belum bu."
"Yah shalat dulu lah, itu kan yang penting."
"Iya deh bu, shalatnya menghadap kemana?"
"Kemana aja la, kan kita gak tau."


Aku agak bingung tapi yang jelas akhirnya aku balik lagi, Bu Eva sampai bingung, terus aku bilang aku disuruh shalat dulu sama Bu Nur. Setelah itu aku melepas jaket, aku ke kamar mandi setengah lari. Kemudian aku coba siram tanganku, yaampun dingin banget, berasa pake air es. Akhirnya aku gak tau kesambet apa, akhirnya aku langsung wudhu aja walaupun itu udah lompat-lompat. Aku shalat mengikuti arah tempat tidur. Usai shalat aku ketemu Bu Ira.

"Mau kemana La?"
"Ini mau liat sunrise bu, mau cari pintu misterius." (maksudnya pintu untuk ke balkon, karena disitu emang pintunya banyak banget tapi ada yang gak bisa kebuka, jadi aku bilang aja pintu misterius)
"Lala kamu ngigo ya?"
Alamaakkk. Seger gini abis wudhu dibilang ngigo? Akhirnya aku bilang ke Bu Ira, "Ya ampun Bu Ira! Aku udah bangun masa ibu gak percaya sih, nih buktinya saya tau 9x7 itu 63!" Itu kalimat paling spontan. Untuk membuktikan aku sadar, aku pun bilang ke Bu Ira kalau aku udah bisa ngitung.

Kemudian aku jalan keluar, akhirnya aku menemukan pintu misteriusnya. Wah, bagus banget pemandangannya. Setelah aku puas nganga, aku pun balik lagi ke dalam. Aku bangunin adik-adikku, aku suruh mereka ke luar juga. Pas selesai aku akhirnya keluar, aku ketemu anak laki-laki, waktu itu ada Alif sama Akmal.

Pagi itu aku jalan-jalan sama Fastira dan Dhani, tapi Fastira keburu kabur karena ada anjing. Yasudah akhirnya aku dan Dhani pun jalan-jalan, akhirnya kita ketemu Pak Joko. Itu puas banget foto-fotonya. Aku dan Dhani jalan ke tempat Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Dari atas situ, kita bisa melihat Gunung Bromo dan kawahnya yang berasap. Di bawahnya kabut tebal menutupi pengelihatan kita. Aslinya di bawah itu ada jalur jeep dan pura tempat ibadah Suku Tengger. Juga ada beberapa kuda yang disewakan. Ini dia hasil foto-fotoku dari atas sana:


Asap putih dari kawahnya mengepul ke angkasa :)


Aku dan Obin udah kayak kakak-adik padahal umur Obin lebih muda daripada aku :')

Lala-Obin-Diandra-Iven :)

with the girls & Pak Joko!

Setelah aku selesai jalan-jalan, aku masuk lagi, terus aku sarapan. Aku ketemu lagi sama Bu Ira, terus Bu Ira nanya lagi apakah tadi pagi aku beneran ngigo atau nggak, aku jawab lagi jelas-jelas AKU GAK NGIGO. Terus Bu Ira ceritain itu ke temen-temen yang lain, mereka pada ketawa bagian aku bilang 9x7 itu 63. Tapi emang bener kan jawabannya? ...

Pagi itu akhirnya semua pada keluar dan jalan ke tempat aku dan Dhani tadi, yasudah akhirnya aku ikut dan foto-foto lagi (fotonya udah ada di atas). Sepanjang hari itu kemudian kita diskusi dengan pak kepala desa, dan jalan-jalan ke pemukiman Suku Tengger. Lumayan cuci mata dengan kreasiNya yang mengagumkan. Nah sekitar sore hari kita udah selesai dan kembali ke homestay. Aku sempat foto-foto juga sebelum batere kameraku habis:

With penguin gembulku wuffwuff

with Vincha

Lala+Iven:)

Sore itu kami semua ditawari untuk pergi ke sebuah desa menaiki truk besar yang untuk ngangkat sapi gitu, awalnya aku gak mau tapi akhirnya aku mau. Lumayan, 40 orang desek-desekan di dalam satu truk. Aku awalnya di tengah terus kedorong ke samping, akhirnya malah enak dapet pegangan. Nah ada saat dimana ada semacam gerbang portal gitu, yang sangat pendek jadi semua orang harus menunduk, bahkan aku yang pendek aja harus nunduk. Aku beneran gak bisa jongkok sempurna akhirnya aku cuma nunduk dikit dan kepalaku ditahan sama kak Ino dari belakang. Setelah selesai kami semua puas, itu beneran pengalaman yang gak bisa dilupakan. Pemandangan di samping juga bagus.
Perjalanan pulang, supir gak berani ngangkut kita semua, akhirnya dibagi 2 kloter. Satu kloter jalan duluan sampai melewati portal, terus turun disana. Supir akan balik lagi jemput kloter kedua. Supaya gak begitu penuh. Nah saat itu aku, Fastira, kak Ino, Faris, Octav, Akmal, Bu Eva, Pak Joko, Dhani, dan lain-lain ikut kloter kedua. Seru banget, di jalan kita nyanyi-nyanyi dan ketawa bareng. Aku gak nyesel ikut naik truck tadi. Kalau aku gak naik mungkin aku akan ketinggalan semuanya.

Setelah pulang, seperti biasa aku haus, jadi aku beli susu strawberry. Nah selesai beli, aku akhirnya beli lagi. Karena aku terlalu suka sama susu strawberry, jadi akhirnya setiap perjalanan aku sempetin untuk beli susu strawberry. Sore itu aku main bareng sama anak-anak perempuan di homestay. Saking dinginnya, di ruang depan homestay kita bakar arang di satu tempat kayak ember gitu, tapi dari stainless. Suasana jadi tambah hangat. Kami main ABC 5 Dasar, kategorinya nama anak-anak Al-Falah dari Baby House sampai SMA tapi alumni gak boleh masuk. Nah yang gak bisa jawab dipakein bedak satu colek. Aku kena 2 kali-_-
Akhirnya aku ketiduran di sofa. Aku beneran tidur nyenyak banget, rambutku digerai. Pas bangun-bangun aku bingung, aku ngeliatin kok temen-temen udah pada makan terus di luar gelap banget, nah temen-temen pada ngetawain aku karena katanya aku kayak setan, bangun-bangun ngeliatin orang mana rambutnya digerai lagi. Akhirnya aku jadi laper, aku ikut makan juga.
Malam itu kita harus tidur cepat karena paginya kita harus berangkat liat sunrise. Aku tidur sekitar jam 8 atau setengah 9, kemudian aku bangun dan pakai jaket tebel, karena katanya dingin. Selesai itu aku naik jeep, aku satu jeep sama Kak Ino, Farah, Bening, dan Irfan. Perjalanan lumayan panjang dan menanjak, tapi kami gak bisa lihat apa-apa karena masih gelap. Nah sampai di atas, udah ada banyak orang yang duduk dan berdiri di pagar. Aku lalu shalat dulu, aduh itu airnya seger banget, akhirnya aku shalat Subuh dan mulai milih tempat yang bagus. Akhirnya aku dapet tempat di sebelah bapak-bapak bule yang kayaknya kasihan karena daritadi aku gak dapet tempat yang bagus.
Gak sia-sia aku nyari tempat, karena itu emang berguna dan pantas diperjuangkan. Pemandangannya bagus banget, kayak ada dunia lain di atas awan.

awalnya baru keliatan kayak gini aja, guratan halus oranye di langit 

Lama-lama makin terang dan jadi kayak gini.. 
Nah menjelang sunrise aku udah keluar pagar karena gak akan dapet foto yang bagus kalau gak keluar pagar saat itu. Inilah hasilnya:

Pada mulanya matahari muncul hanya titik kecil dan masih bersembunyi di balik awan..

Beberapa menit kemudian, matahari makin tinggi dan membesar, juga makin silau cahayanya. Inilah sunrise! :)



Nah aku juga sempat berfoto dengan pemandangan yang indah itu:



tidak lupa kami juga foto per kelas :)

Setelah dari situ, kami kembali ke jeep yang tadi, tidak lupa mampir beli makanan hangat seperti kentang goreng, bentuknya bulat dan ditusuk-tusuk, harganya Rp 10.000/3 tusuk. Ada juga yang beli pisang goreng. Nah setelah perut lumayan terisi, kami turun ke tempat dataran pasir yang luas, seperti gurun, dan aku baru lihat ternyata tadi pagi kita melewati jalur yang sangat curam dan berliku, tapi pemandangannya surga. Kabut tebal di bawah membuat aku pengen terjun rasanya, bener-bener indah. Akhirnya kita sampai ke tempat semacam gurun pasir yang luas. Aku jadi ingat Dubai. Yang ini ternyata ada di negeri kita sendiri :')


ini Jeep-Jeep yang telah siap sedia untuk disewakan
Ini jeep yang aku pakai, bersama Kak Ino, Farah, Bening, dan Irfan.
Inilah pemandangan padang pasir yang kayak gurun, disana lumayan berkabut.
Kuda-kuda



Nah disana banyak sekali yang sewa kuda, bahkan sejak kita turun kita sudah dikerubungi oleh para penyewa yang menawarkan kartu bertuliskan nama masing-masing. Aku akhirnya naik satu kuda, kudaku kecil tapi membuat aku tidak kesusahan naiknya. Jujur saja ini pertama kalinya aku naik kuda.. Lumayan seru. Kudaku namanya si Belang. Naik kuda itu seru, seram juga. Tapi lumayan menguntungkan karena saat itu kondisi kakiku sangat gempor dan gampang kram sekalinya aku ragu untuk melangkah.
Pak Seger, pemilik si Belang, berkata padaku cara naik kuda dan katanya aku harus mengikuti gerakan dia. Pada awalnya aku kagok dan miring-miring karena gak ngerti si Belang mau kemana. Apalagi jalannya juga naik turun.
Setelah sampai ke tempat berhentinya para kuda, aku turun dari kuda. Mulai sekarang semuanya ditempuh dengan melangkah. Nah aku lihat disitu pemandangannya bagus banget, serasa di dunia lain. Kemudian aku lihat tangga kuning di bawah, ada 240 anak tangga. Gak seberapa kalau dibandingin sama Kampung Naga tahun lalu! Hahaha. Akhirnya aku naik dan lihat kawah berasap Gunung Bromo. Aku senang sekali :')

Asap asap!


setelah turun dari kawah Bromo, istirahat sebentar dan foto-foto!


awan bentuk gajah dan bebek yang aku lihat saat setelah turun dari kawah Bromo

Akhirnya selesai juga, aku akhirnya turun dan kembali ke tempat semula sama si Belang lagi, kali ini aku udah mulai menguasai gerakannya, dan aku udah bisa gak pegangan. Setelah sampai, aku turun dan berterimakasih pada Pak Seger. Akhirnya aku naik kuda!!!! HAHA :D

Sampai di homestay aku rapih-rapih dan kemudian turun ke terminal Sukapura pakai elf lagi. Di perjalanan aku tertidur, dan Fastira yang aku senderin bahunya juga tertidur. Kami bawa makanan dan jalanan berguncang, alhasil makanan tumpah ke bajuku... Bajuku kotor, untung saja aku bawa jaket tambahan di ransel. Hmm..akhirnya aku pakai jaket itu. Elf pertama dan elf kedua sudah datang, tapi elf terakhir gak dateng-dateng juga. Akhirnya aku duduk aja dulu, aku udah keburu bete sama bajuku, tapi aku liat Fastira sakit, yaudah aku jadi gak boleh bete juga. Di perjalanan ke bandara Juanda, aku tidur lumayan nyenyak. Setelah sampai, seperti biasa kami mengikuti prosedur check in-masukin bagasi-boarding. Karena kami datangnya juga terlambat, akhirnya nunggunya gak lama-lama banget. Setelah itu aku masuk ke pesawat, aku duduk di sebelah Faris.
Di pesawat, aku mendengarkan lagu saja, dan sesekali menulis jurnal, tapi karena sudah pegel akhirnya  aku tidur. Gak lama aku tidur, sudah saatnya landing. Aku akhirnya sampai di Jakarta lagi. Aku bertemu Bapak sama Ibu, dan seperti biasa Bapak sudah siap sedia beliin aku hot chocolate :')

Aku gak percaya ini semua terjadi baru kemarin...
Dan berakhir juga cepet banget. Aku ngerasa ekspedisi 6 hari kurang nendang, aku mau lebih!!!! Bawa aku kemana aja asalkan sama anak-anak ini, aku mau!! :"")

-L

Ekspedisi Potensi Alam dan Manusia Jawa Timur

Akhirnya kembali ke peradaban setelah 6 hari tanpa melihat dunia maya. Perjalananku kemarin cukup menyenangkan, menurutku tidak terasa seperti ekspedisi sebelumnya karena ekspedisi ini jauh lebih banyak kuhabiskan di jalan. Ditambah lagi sekarang teman-teman makin akrab, karena ini tahun terakhir SMP. Aku berharap kita bisa terus bareng-bareng, afnine. :") Tapi nyatanya ekspedisi kali ini terpaksa...satu jiwa afnine hilang. Shifa tahun ini diopname di rumah sakit, jadi afnine gak lengkap. Walaupun awalnya sempet bete di perjalanan ke bandara, akhirnya aku bisa lupa juga.
Memang agak mengesalkan, ekspedisi tidak ditemani satu wajah penceria afnine. Tapi mau tidak mau ekspedisi harus berjalan! Lala akhirnya menemukan kebahagiaan saat sampai di bandara, bertemu teman-teman yang lain dan adik-adik kelas.

Sekarang aku udah pulang. Membawa kenangan dan pengetahuan baru. Oh iya, mungkin ekspedisi kali ini aku anggap sebagai ekspedisi yang paling membuatku kenal sama orang lain. Contohnya, orang ini yang kukira seperti ini, ternyata seperti itu. Membuatku senang karena bisa mengetahui seperti apa orang itu sebenarnya :)

kayak ginilah buku jurnal yang aku tulisin selama ekspedisi :)
Saking banyak hal yang terjadi selama 6 hari aku pergi, aku jadi bingung mau mulai dari mana. Aku meninggalkan catatan kecil setiap harinya, yang aku tulis hampir setiap saat aku bisa menulis. Waktu itu sempat catatanku tertinggal di bis, sehingga saat aku ingin menulis jurnal di malam hari, aku terpaksa mengambil kertas dari Hotel Santika, kemudian menulis di atasnya. Aku bersyukur mendapatkan cukup kertas untuk kutulisi. Saat itu jam 2 pagi, hari kedua, aku belum tidur karena habis makan malam. Akhirnya, aku menulis jurnal, disaat semua sudah tidur. Aku menulis se-spontan mungkin kejadian hari itu. Itu memang hari yang paling lengkap dalam hidupku. Di hari kedua itu, aku telah merasakan berbagai macam perasaan. Sakit, menangis, dan tertawa. Hari itu berjalan seperti mimpi saja. Ah, jadi kangen.

Hmm..mulai dari mana ya nyeritainnya?
Bingung banget, karena terlalu banyak yang mau kuceritain. Dari hari pertama sampe hari keenam semuanya ada kesannya. Nah sebenernya setiap hari aku bikin jurnal di buku ekspedisiku, tapi saat aku gak bisa nulis di buku, aku nulis di kertas hotel. 2 hari aku nulis disitu, dan ternyata pas perjalanan ke bandara Juanda aku baru sadar kalau kertas itu hilang....dan aku gak sempet foto. Satu-satunya yang baca baru Dhani, itupun belum semua dia baca. Padahal disitu ada jurnal yang aku tulis jam 2 pagi saking senengnya...terus ada tulisan yang aku buat di kapal selama perjalanan ke Suramadu..dan ada kenang-kenangan tulisan tanganku sendiri.. Jadi sedih.
Ya sudah...jadi aku menulis kembali di blog ini deh. Tulisan ini campuran antara tulisanku di jurnal (yang telah aku kurangi karena ada banyak yang tidak mau aku tulis disini) dan tulisanku sekarang. Keliatan kok bedanya, kalau ada tulisan--> (unknown time) berarti itu tulisan yang baru aku buat. Mungkin agak pendek karena butuh waktu lama untuk menulis di bis yang bergoyang-goyang. Selamat menikmati! :)

Senin, 28 Januari 2013.
05:36.
my missing boarding pass :(
Hey! So I just got here in the plane. I got sitted beside Alifa. Today I'll go to Surabaya. Hope it'll be great! Can't wait for my new adventure in East Java. I'll write as much as I could, don't worry! Alifa is writing journal, too. She seems enjoying it. Well, okay then, the plane gonna take off soon. Wish us a pleasant flight with Garuda Indonesia. :)


on the plane!


arrived @ Juanda Airport Surabaya.




11.25
Now the journey has become more interesting with songs that playing (chosen by me, faris, and fastira) and the guitar played by Kak Rino. My friends are such a moodboosters!! Turn my mood upside down. Now we're still on the way to Paiton. Uhh..long road trip. I didn't get sick btw. :) I sat beside Fastira in the back seat. Okay then, the road's kinda shaky now. Gotta go! 
On the way to IPMOMI!


17.41
YEAY! So we're now on the way to Malang :) I'm really excited because I love my roommates. Luckily I have got the right roommates (again!). My roommates are Dhani, Fira, Chira, Bening, and Bu Eva. Shifa would be in my room if she didn't get sick :( So sad...hope she'll get well soon! Because the journey didn't fully went enough without her. Plus this is the last expedition in Junior High School, and we did it without her :( She's one of my favorite classmate.. Something is missing without her. And I just found out that Dhani is also writing journal!!! OKAY. From now we're journal-mates. :D


22.06
Now we're walking around Kota Lama Malang. I just saw Alun-Alun Bunder and its smaller than I imagine. Then, we went to eat in the Kertanegara street. The food is great. I like it. But I saw people smoking, and I felt bad. Huff. So in the end, I got some fresh air and breathe normally, but my lungs still feel not good somehow. Kay then, bye! I'm starting to feel sleepy right now.


Tugu Kemerdekaan

Balai Kota

(unknown time)
First night went really good. But it's kinda exhausting because of long trip. And there's one itinerary that cancelled because of wrong-time-assuming. And the room hotel is amazing. There's a king bed when we walked in and stairs in the corner. In the 2nd floor, there's two single bed. So I slept with Chira and Fira in the 2nd floor, while Bu Eva, Dhani, and Bening slept in the 1st. I was the last one awake, because my juniors had to slept first. Mereka harus banyak istirahat soalnya ini ekspedisi pertama mereka. Yah setidaknya gak papa kalau aku tidur lebih sebentar. Jadi merasa kayak kakak-kakak mereka. Setelah aku keluar dari kamar mandi, mereka semua udah pada tidur. Dan malam itu aku tidur lumayan nyenyak, dan bangun paling cepat. :)

Selasa, 29 Januari 2013.
(unknown time)
Pagi ini aku bangun paling cepat, sebenernya karena bu Eva kemarin bilang bangunnya harus pagi karena harus berangkat cepat. Nah aku bangun jam setengah 4an, aku belum denger suara apa-apa dari bawah, jadi akhirnya aku meringkuk di tempat tidur lagi. Chira sama Fira masih tidur, terus yaudah akhirnya aku tidur-tiduran lagi sebentar, tiba-tiba ada suara di bawah. Pas aku turun ternyata bu Eva bangun, yasudah aku akhirnya ngobrol sebentar, ke kamar mandi, shalat. Baru bangunin adik-adik. Setelah selesai aku akhirnya nunggu mereka shalat, mandi. Aku mandi terakhir. Setelah selesai aku pun  iseng ke balkon hotel. Disitu keliatan semua kamar, masing-masing kamar punya balkon. Karena gak ada siapa-siapa akhirnya aku masuk lagi, siap-siap berangkat.
Hari itu kita mau pergi ke perkebunan Apel, Jatim Park, dan produsen keju & yoghurt. Di perkebunan apel, kita jalan2 naik mobil pick up, karena mobilnya ada dua jadi rombongan kita kepisah, kurang seru karena aku gak bareng sama fastira, faris, dan lain-lain. Lumayan desek-desekan disitu, tapi pemandangannya bagus juga. Udaranya sejuk.

Jatim Park.
Di sana aku sibuk ngerjain tugas berkelompok, keliling-keliling soalnya suruh bikin tugas klasifikasi hewan, jadi bener-bener mencar disana.Tadi pas di bis, aku duduk di paling belakang. Mungkin baru pertama kali jadi turun dari bis aku masuk angin.. Akhirnya aku dipijetin sama bu Eva.
Balik lagi ke Jatim Park. Nah selesai ngerjain tugas, aku istirahat di kayak sebuah restoran gitu. Disitu aku beneran masuk angin dan capek, akhirnya aku dipinjemin jaketnya kak Ino. Terus disitu juga sempat hujan, lengkap banget deh betenya. Selesai dari situ, aku jalan-jalan dan misah sama kelompok tugasku yang tadi. Karena aku jalan kelamaan buat rombongan depan dan kecepetan buat rombongan belakang akhirnya aku di tengah-tengah. Aku baru nyadar aku sendirian pas abis ngelamun di dekat kandang leopard. Tadinya di depanku banyak orang, kok sekarang gak ada ya? Aku bingung, terus ngeliat ke belakang, juga gak ada siapa-siapa. Aku sok stay cool, pede-pede aja jalan sendirian. Sesekali ada suara orang ketawa, pas aku nengok ke belakang ternyata bukan rombongan kita. Jadi aku bener-bener takut. Akhirnya aku masuk ke toko oleh-oleh, aku beli susu frisian flag strawberry karena aku haus. Pas aku keluar dari toko, aku ketemu Akmal, Octav, sama Alif. Hah rasanya lega juga, akhirnya ketemu orang. Aku udah seneng, ternyata mereka bilang mereka juga tersesat!!! Ah kalau begitu sama saja boong, tapi agak bersyukur juga ketemu tiga laki-laki yang senasib.
Akhirnya kita duduk di depan Museum Satwa dan si Alif beli kentang goreng. Pas dia lagi beli, rombongan kita pun muncul. Karena mesti nungguin kentang gorengnya Alif jadi, kita ketinggalan lagi. -_____- untung aja kali ini Pak Maman nungguin kita. Akhirnya kita masuk ke Museum Satwa. Saat itu posisinya ada aku, Pak Maman, Ardi, Fastira, Faris, Akmal, Octav, Alif, dan Igi. Setelah selesai, kita bingung mau kemana karena yang lain udah pada lenyap. Akhirnya kita ke bis.
Sampai di bis, aku baru sempet nulis di jurnal kayak gini:

14.01
Waktunya menulis jurnal kembali. Kali ini mungkin dengan bahasa sendiri. Oh ya, posisi sekarang lagi di Jatim Park sama Faris.

Nah tiba-tiba Diandra, Iven, sama Hanuun dateng. Mereka bilang, kita disuruh ke restoran di seberang jalan. Akhirnya karena hujan deras, aku bawa payung. Nah kemudian payungku dipakai Alif dan Igi, ujungnya aku berdua sama Hanuun, jaket kak Ino aku kasih ke Hanuun karena dia hanya pakai kaos, dan disana dingin banget. Setelah selesai ada sedikit kecelakaan yang membuat aku shock dan akhirnya aku menangis, untung Bu Eva datang dan menenangkanku. Aku saat itu panik sekaligus shock, tapi sudahlah akhirnya tangisku reda juga. Aku merasa cengeng saat itu, padahal bukan aku yang mengalami kecelakaan tapi malah aku yang menangis, akhirnya aku berusaha berhenti.
Setelah itu aku makan dengan hening karena masih agak trauma, saat itu aku juga kedinginan karena jaket kak Ino sudah gak kupake lagi, dan tadi aku kehujanan dan menangis jadi bisa dibilang bajuku hampir basah kuyup. Untung saja aku dipinjami jaket. Akhirnya aku sudah bisa tenang dan aku lihat semuanya juga sudah tenang, sampai di bis aku pun dihibur dengan teman-teman. Aku duduk di paling belakang di sebelah Bu Ira karena mau menenangkan diri, kemudian teman-teman kabel (kawanan belakang) ikut bercanda dan akhirnya aku ikut tertawa.

Our Team!
Sepanjang perjalanan ke produsen keju dan yoghurt perasaanku sudah mulai normal lagi, ditambah aku juga harus mengerjakan tugas ekonomi di tempat ini, jadi aku harus fokus lagi. Nah, di produsen keju itu kami diberikan penjelasan, kemudian aku juga sempat praktek membuat keju dan yoghurt. Saat itu kelompokku juga asik, aku sekelompok dengan teman sekamarku, ditambah Refo, Faris Fahri, dan Alif. Aku banyak tertawa. Di sana kami menghabiskan banyak sekali waktu bersama-sama, sampai di akhir semua anak mengantuk dan banyak yang tidur-tiduran juga main di karpet. Hasil kerja kami lumayan bagus, aku cukup puas. Nah setelah itu kami kembali pulang.

Di perjalanan pulang kami mampir ke suatu restoran, disitulah aku mengalami pengalaman yang memalukan, aku jatuh dari kursi ke belakang. Sebenarnya itu karena aku sedang memainkan kursi kemudian aku terjatuh, aku juga tidak menyangka akan terjatuh jadi aku tidak sakit sama sekali, aku malah tertawa, banyak juga yang menertawakanku. Itu pengalaman yang tidak membuatku malu tapi membuatku geli sendiri. Lumayan untuk meredakan perasaan.

Sampai di hotel sudah larut malam sekali, aku dan para teman kamarku juga sudah pada capek, tapi aku masih segar karena habis makan dan habis tertawa. Akhirnya aku tetap terjaga sampai jam 2 pagi, disitulah aku menyadari kalau jurnalku tertinggal di bis, akhirnya aku menulis jurnal di kertas hotel yang aku ambil dari atas meja, beserta pulpennya juga. Aku malam itu menulis se-spontan mungkin kejadian hari ini, betapa aneh hari ini. Dari mulai aku sakit, kemudian aku menangis, dan di malam aku tertawa. Betapa aku menyadari peran teman-teman dalam hidup. Setelah selesai menulis aku mulai ngantuk dan kemudian tertidur.

Rabu, 30 Januari 2013.
Hari ini hari paling flat, berlangsung begitu saja. Tujuan pertama kami adalah Museum Brawijaya, disana banyak sekali koleksi persenjataan dan dokumentasi perjuangan kita dari tahun 1945. Rasanya hebat mengetahui betapa keras perjuangan tentara-tentara dulu, dan membayangkan kakekku dulu juga seperti itu.
Nah bagian yang paling aku suka adalah saat aku memasuki perpustakaan. Aroma buku-buku dari zaman dahulu langsung memasuki hidungku bersama nafas yang kuhirup, aku memejamkan mata dan seketika aku seperti berada di masa lalu saja. Buku-buku kuno disana sudah bersampul coklat, tapi entah kenapa design tiap covernya mengagumkan saja bagiku, dan setiap aku membuka halaman, aku mencium baunya dan membayangkan dulu ada orang yang posisinya sama denganku, sedang membolak balik dan menjalankan bola matanya ke seluruh kata di buku itu. Aku, Inaya, dan Yasmin yang memang berpikiran sama langsung tersenyum satu sama lain dan menjamahi semua rak buku disana.



Benar-benar senang aku saat disitu karena bisa membayangkan zaman dahulu. Buku-buku disitu menggunakan Bahasa Indonesia ejaan lama, dan sebagian juga ada yang berbahasa Belanda. Karya sastra yang dihasilkan sepertinya cukup bagus, aku tertarik, hanya saja aku tidak paham bahasa mereka-_-.
Nah aku langsung berhenti di bagian kesusastraan dan melihat beberapa buku yang di covernya ada tulisan nama-nama, mungkin itu nama pemiliknya dulu. :")




Usai dari Museum Brawijaya, kami berfoto bersama di depan museum dan berfoto per kelas. Ini dia foto afnine!



Selesai dari Museum Brawijaya, kami pergi ke tempat pengrajin Batik Malang. Disana, seperti tahun sebelumnya, kami dapat kesempatan untuk membuat batik. Dan aku seperti biasa tidak melakukan tugas itu dengan baik-_- Ya sudahlah, tapi ada beberapa foto aku saat membatik yang diambil oleh siapapun itu...aku tidak sadar, tapi hasilnya bagus juga..



Setelah selesai membatik, yah walaupun hasilnya tidak begitu memuaskan, tapi aku tetap senang karena sudah melakukan yang terbaik. Nah kemudian kita menuju Candi Singosari, tapi saat itu keadaan hujan sehingga kita tidak sempat turun, hanya dapat penjelasan di mobil saja. Nah kalau tidak salah malam itu kita sudah tidak bisa apa-apa lagi, jadi langsung kembali ke hotel. Kami memesan makanan dan makan malam di hotel, karena harus segera packing. Esok hari kita sudah harus pergi dan check out hotel, juga mengepak barang-barang yang akan dibawa ke Bromo.
Malam itu aku tidur di bawah, aku buat tempat tidurku sendiri pakai bed cover, karena aku tidak tahan, di atas ACnya panas sekali sedangkan di bawah dingin. Akhirnya aku tidur di bawah tangga, kasur yang aku buat cukup empuk dan aku tidur cukup nyenyak. Sekitar subuh aku bangun, kemudian shalat dan membangunkan adik-adik seperti biasa. Aku siap memulai hari baru!

(to be continued..)
-L
Lilypie Kids Birthday tickers