Pengalaman mengesankan selanjutnya ada di hari keempat. Saat itu jadwalnya kami pergi ke Koarmatim dan Jembatan Suramadu. Pertama kami ke tempat control room Jembatan Suramadu, disana kami dapat penjelasan mengenai Jembatan Suramadu. Karena sebelumnya kami sudah dapat penjelasan dari Pak Suko, narasumber terakhir, kami sudah dapat gambaran mengenai Jembatan Suramadu.
Oh iya kami juga dapat kesempatan untuk berfoto bersama di Jembatan Suramadu!! Itu proses yang sangat cepat karena kami harus turun dan naik dengan cepat juga.
Kemudian kami menuju Koarmatim. Koarmatim adalah singkatan dari Komando Armada Timur. Ini adalah pangkalan Angkatan Laut bagian Timur Indonesia, yang wilayahnya mencakup tengah Laut Jawa sampai Papua sana. Kami diberikan penjelasan oleh para tokoh Angkatan Laut yang sangat gagah dan disiplin, membuatku teringat akan kakekku dulu. Lalu kami berkeliling kapal yang sangat besar dan canggih, aku sempat berfoto banyak disana.
| kapal-kapal |
| Yasmin-Lala-Alifa-Faris |
| HAHA! Cute :3 |
| look at me....-_- |
| Jalesveva Jayamahe! |
| HEHE |
| Still, the ship is amazing! |
| Fastira-Bu Ira-Lala |
| with Pak Margo! |
| Shaking hands with Pak Rafael |
Well, that was an unforgettable journey.
Usai dari Koarmatim, kami menuju Monumen Kapal Selam, disana lumayan keren, aku membayangkan bagaimana kapal selam dulu dipakai untuk memperjuangkan Indonesia.
| Looking up the periscope |
Dan kemudian menuju Jembatan Suramadu (lagi). Tapi kali ini kami menaiki sebuah kapal besar dan melintasi jembatan Suramadu. Yah, seru juga. Aku banyak berfoto dengan teman-teman. Oh iya aku juga berfoto dengan topi Pak Nahkoda. Aku kemudian menulis jurnal lagi, di kertas hotel yang telah aku kantungi. Sayang, sekarang kertas itu hilang. Mungkin hanya angin malam dan lampu sang Surabaya malam yang mengetahui isi pikiranku. Itu satu-satunya kalimat yang aku ingat dari jurnal itu. :"
| Me & Fastira in Purple Lights! |
| Me in purple lights! |
| Me in Blue :3 |
| Afnine in Blue ({}) |
| Me with the Captain's hat! Sir yes sir! |
Setelah dari sana, perjalanan mulai menjadi makin menyenangkan. Malam itu setelah dari Suramadu, kami menuju Bromo. Sesampainya disana, udara mulai dingin. Saat itu aku memakai baju dan sweater. Bis besar kami berhenti dan parkir di terminal Sukapura, terminal terakhir sebelum memasuki Bromo. Bis besar tidak bisa melewati jalur yang terlalu berliku dan menanjak. Kami naik sebuah bis kecil seperti elf, dan menuju tempat peristirahatan kami.
Perjalanan cukup panjang, dan Dhani tertidur di bahuku. Setelah sampai, ia terbangun dan aku juga terbangun. Suhu di luar lebih dingin dari di terminal tadi, untungnya aku sudah pakai sweater. Rumah homestay yang kami sewa hanya beberapa meter dari pintu gerbang Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Setelah sampai, teman-temanku langsung mencari tempat tidur. Aku awalnya menduga tempat tidurnya kurang, akhirnya aku biarkan saja adik-adik mencari tempat tidur duluan, yang penting mereka bisa tidur enak. Aku bilang ke teman-teman, "Sudah gih duluan aja, aku tidur di mana aja juga gak papa." Aku udah siapkan diri buat tidur di sofa depan. Ternyata tempat tidur cukup banyak, aku dapat tidur di sebelah Bu Eva. Kasur kami cukup besar dan empuk jadi kami tidur tanpa bantal.
Jumat, 1 Februari 2013.
Pagi itu aku bangun setelah ditepuk Bu Eva. Bu Eva bilang sebentar lagi sunrise, aku langsung bangun dan ngambil kamera. Bu Eva nawarin aku untuk shalat, aku bilang, aku mau keluar sebentar dulu untuk foto-foto. Aku udah pake jaket dan sepatu Bu Eva, karena jaketku masih di dalam tas. Setelah itu aku menuju pintu depan, dan aku disapa Bu Nur.
"Lala?"
"Iya bu?"
"Mau kemana?"
"Mau foto sunrise bu"
"Udah shalat?"
"*bingung* *jujur aja deh* Belum bu."
"Yah shalat dulu lah, itu kan yang penting."
"Iya deh bu, shalatnya menghadap kemana?"
"Kemana aja la, kan kita gak tau."
Aku agak bingung tapi yang jelas akhirnya aku balik lagi, Bu Eva sampai bingung, terus aku bilang aku disuruh shalat dulu sama Bu Nur. Setelah itu aku melepas jaket, aku ke kamar mandi setengah lari. Kemudian aku coba siram tanganku, yaampun dingin banget, berasa pake air es. Akhirnya aku gak tau kesambet apa, akhirnya aku langsung wudhu aja walaupun itu udah lompat-lompat. Aku shalat mengikuti arah tempat tidur. Usai shalat aku ketemu Bu Ira.
"Mau kemana La?"
"Ini mau liat sunrise bu, mau cari pintu misterius." (maksudnya pintu untuk ke balkon, karena disitu emang pintunya banyak banget tapi ada yang gak bisa kebuka, jadi aku bilang aja pintu misterius)
"Lala kamu ngigo ya?"
Alamaakkk. Seger gini abis wudhu dibilang ngigo? Akhirnya aku bilang ke Bu Ira, "Ya ampun Bu Ira! Aku udah bangun masa ibu gak percaya sih, nih buktinya saya tau 9x7 itu 63!" Itu kalimat paling spontan. Untuk membuktikan aku sadar, aku pun bilang ke Bu Ira kalau aku udah bisa ngitung.
Kemudian aku jalan keluar, akhirnya aku menemukan pintu misteriusnya. Wah, bagus banget pemandangannya. Setelah aku puas nganga, aku pun balik lagi ke dalam. Aku bangunin adik-adikku, aku suruh mereka ke luar juga. Pas selesai aku akhirnya keluar, aku ketemu anak laki-laki, waktu itu ada Alif sama Akmal.
Pagi itu aku jalan-jalan sama Fastira dan Dhani, tapi Fastira keburu kabur karena ada anjing. Yasudah akhirnya aku dan Dhani pun jalan-jalan, akhirnya kita ketemu Pak Joko. Itu puas banget foto-fotonya. Aku dan Dhani jalan ke tempat Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Dari atas situ, kita bisa melihat Gunung Bromo dan kawahnya yang berasap. Di bawahnya kabut tebal menutupi pengelihatan kita. Aslinya di bawah itu ada jalur jeep dan pura tempat ibadah Suku Tengger. Juga ada beberapa kuda yang disewakan. Ini dia hasil foto-fotoku dari atas sana:
| Asap putih dari kawahnya mengepul ke angkasa :) |
| Aku dan Obin udah kayak kakak-adik padahal umur Obin lebih muda daripada aku :') |
| Lala-Obin-Diandra-Iven :) |
| with the girls & Pak Joko! |
Pagi itu akhirnya semua pada keluar dan jalan ke tempat aku dan Dhani tadi, yasudah akhirnya aku ikut dan foto-foto lagi (fotonya udah ada di atas). Sepanjang hari itu kemudian kita diskusi dengan pak kepala desa, dan jalan-jalan ke pemukiman Suku Tengger. Lumayan cuci mata dengan kreasiNya yang mengagumkan. Nah sekitar sore hari kita udah selesai dan kembali ke homestay. Aku sempat foto-foto juga sebelum batere kameraku habis:
| With penguin gembulku wuffwuff |
| with Vincha |
| Lala+Iven:) |
Sore itu kami semua ditawari untuk pergi ke sebuah desa menaiki truk besar yang untuk ngangkat sapi gitu, awalnya aku gak mau tapi akhirnya aku mau. Lumayan, 40 orang desek-desekan di dalam satu truk. Aku awalnya di tengah terus kedorong ke samping, akhirnya malah enak dapet pegangan. Nah ada saat dimana ada semacam gerbang portal gitu, yang sangat pendek jadi semua orang harus menunduk, bahkan aku yang pendek aja harus nunduk. Aku beneran gak bisa jongkok sempurna akhirnya aku cuma nunduk dikit dan kepalaku ditahan sama kak Ino dari belakang. Setelah selesai kami semua puas, itu beneran pengalaman yang gak bisa dilupakan. Pemandangan di samping juga bagus.
Perjalanan pulang, supir gak berani ngangkut kita semua, akhirnya dibagi 2 kloter. Satu kloter jalan duluan sampai melewati portal, terus turun disana. Supir akan balik lagi jemput kloter kedua. Supaya gak begitu penuh. Nah saat itu aku, Fastira, kak Ino, Faris, Octav, Akmal, Bu Eva, Pak Joko, Dhani, dan lain-lain ikut kloter kedua. Seru banget, di jalan kita nyanyi-nyanyi dan ketawa bareng. Aku gak nyesel ikut naik truck tadi. Kalau aku gak naik mungkin aku akan ketinggalan semuanya.
Setelah pulang, seperti biasa aku haus, jadi aku beli susu strawberry. Nah selesai beli, aku akhirnya beli lagi. Karena aku terlalu suka sama susu strawberry, jadi akhirnya setiap perjalanan aku sempetin untuk beli susu strawberry. Sore itu aku main bareng sama anak-anak perempuan di homestay. Saking dinginnya, di ruang depan homestay kita bakar arang di satu tempat kayak ember gitu, tapi dari stainless. Suasana jadi tambah hangat. Kami main ABC 5 Dasar, kategorinya nama anak-anak Al-Falah dari Baby House sampai SMA tapi alumni gak boleh masuk. Nah yang gak bisa jawab dipakein bedak satu colek. Aku kena 2 kali-_-
Akhirnya aku ketiduran di sofa. Aku beneran tidur nyenyak banget, rambutku digerai. Pas bangun-bangun aku bingung, aku ngeliatin kok temen-temen udah pada makan terus di luar gelap banget, nah temen-temen pada ngetawain aku karena katanya aku kayak setan, bangun-bangun ngeliatin orang mana rambutnya digerai lagi. Akhirnya aku jadi laper, aku ikut makan juga.
Malam itu kita harus tidur cepat karena paginya kita harus berangkat liat sunrise. Aku tidur sekitar jam 8 atau setengah 9, kemudian aku bangun dan pakai jaket tebel, karena katanya dingin. Selesai itu aku naik jeep, aku satu jeep sama Kak Ino, Farah, Bening, dan Irfan. Perjalanan lumayan panjang dan menanjak, tapi kami gak bisa lihat apa-apa karena masih gelap. Nah sampai di atas, udah ada banyak orang yang duduk dan berdiri di pagar. Aku lalu shalat dulu, aduh itu airnya seger banget, akhirnya aku shalat Subuh dan mulai milih tempat yang bagus. Akhirnya aku dapet tempat di sebelah bapak-bapak bule yang kayaknya kasihan karena daritadi aku gak dapet tempat yang bagus.
| awalnya baru keliatan kayak gini aja, guratan halus oranye di langit |
| Lama-lama makin terang dan jadi kayak gini.. |
| Pada mulanya matahari muncul hanya titik kecil dan masih bersembunyi di balik awan.. |
| Beberapa menit kemudian, matahari makin tinggi dan membesar, juga makin silau cahayanya. Inilah sunrise! :) |
| tidak lupa kami juga foto per kelas :) |
Setelah dari situ, kami kembali ke jeep yang tadi, tidak lupa mampir beli makanan hangat seperti kentang goreng, bentuknya bulat dan ditusuk-tusuk, harganya Rp 10.000/3 tusuk. Ada juga yang beli pisang goreng. Nah setelah perut lumayan terisi, kami turun ke tempat dataran pasir yang luas, seperti gurun, dan aku baru lihat ternyata tadi pagi kita melewati jalur yang sangat curam dan berliku, tapi pemandangannya surga. Kabut tebal di bawah membuat aku pengen terjun rasanya, bener-bener indah. Akhirnya kita sampai ke tempat semacam gurun pasir yang luas. Aku jadi ingat Dubai. Yang ini ternyata ada di negeri kita sendiri :')
| ini Jeep-Jeep yang telah siap sedia untuk disewakan |
| Ini jeep yang aku pakai, bersama Kak Ino, Farah, Bening, dan Irfan. |
| Inilah pemandangan padang pasir yang kayak gurun, disana lumayan berkabut. |
| Kuda-kuda |
Pak Seger, pemilik si Belang, berkata padaku cara naik kuda dan katanya aku harus mengikuti gerakan dia. Pada awalnya aku kagok dan miring-miring karena gak ngerti si Belang mau kemana. Apalagi jalannya juga naik turun.
Setelah sampai ke tempat berhentinya para kuda, aku turun dari kuda. Mulai sekarang semuanya ditempuh dengan melangkah. Nah aku lihat disitu pemandangannya bagus banget, serasa di dunia lain. Kemudian aku lihat tangga kuning di bawah, ada 240 anak tangga. Gak seberapa kalau dibandingin sama Kampung Naga tahun lalu! Hahaha. Akhirnya aku naik dan lihat kawah berasap Gunung Bromo. Aku senang sekali :')
| Asap asap! |
| setelah turun dari kawah Bromo, istirahat sebentar dan foto-foto! |
| awan bentuk gajah dan bebek yang aku lihat saat setelah turun dari kawah Bromo |
Akhirnya selesai juga, aku akhirnya turun dan kembali ke tempat semula sama si Belang lagi, kali ini aku udah mulai menguasai gerakannya, dan aku udah bisa gak pegangan. Setelah sampai, aku turun dan berterimakasih pada Pak Seger. Akhirnya aku naik kuda!!!! HAHA :D
Sampai di homestay aku rapih-rapih dan kemudian turun ke terminal Sukapura pakai elf lagi. Di perjalanan aku tertidur, dan Fastira yang aku senderin bahunya juga tertidur. Kami bawa makanan dan jalanan berguncang, alhasil makanan tumpah ke bajuku... Bajuku kotor, untung saja aku bawa jaket tambahan di ransel. Hmm..akhirnya aku pakai jaket itu. Elf pertama dan elf kedua sudah datang, tapi elf terakhir gak dateng-dateng juga. Akhirnya aku duduk aja dulu, aku udah keburu bete sama bajuku, tapi aku liat Fastira sakit, yaudah aku jadi gak boleh bete juga. Di perjalanan ke bandara Juanda, aku tidur lumayan nyenyak. Setelah sampai, seperti biasa kami mengikuti prosedur check in-masukin bagasi-boarding. Karena kami datangnya juga terlambat, akhirnya nunggunya gak lama-lama banget. Setelah itu aku masuk ke pesawat, aku duduk di sebelah Faris.
Di pesawat, aku mendengarkan lagu saja, dan sesekali menulis jurnal, tapi karena sudah pegel akhirnya aku tidur. Gak lama aku tidur, sudah saatnya landing. Aku akhirnya sampai di Jakarta lagi. Aku bertemu Bapak sama Ibu, dan seperti biasa Bapak sudah siap sedia beliin aku hot chocolate :')
Aku gak percaya ini semua terjadi baru kemarin...
Dan berakhir juga cepet banget. Aku ngerasa ekspedisi 6 hari kurang nendang, aku mau lebih!!!! Bawa aku kemana aja asalkan sama anak-anak ini, aku mau!! :"")
-L
