12.5.14

Ketika

Ketika tak ada lagi kata yang didengarkan,
Ketika tak ada lagi kata yang bahkan ingin diucap

Ketika tak ada lagi harapan untuk tersenyum,
Ketika tak ada lagi penyembuh dari rengut

Ketika hanya kenangan yang terlintas,
kenangan akan manisnya waktu dan pahitnya kenyataan

21.4.14

Siapa sih yang nyiptain perasaan?

3.4.14

2:24 AM and yes I'm writing

Ini bukan masalah orangnya, aku tak peduli siapapun dia.
Ini bukan masalah cemburu, atau apapun yang berkaitan dengan cinta.
Tetapi ini mengenai kenyamanan. Yang datang setiap ada, dan dapat pergi begitu saja.

Yang sakit bukan melihat atau merelakan dia pergi,
tetapi menyadari bahwa kenyamanan yang selama ini dirasa,
harus direnggut begitu saja.

10.3.14

Takut

Aku hanya terlalu takut, itu saja.
Takut untuk percaya, 
takut untuk terpana, 
takut untuk terjatuh, 
untuk kesekian kalinya

Takut untuk menghadapi kenyataan, 
takut untuk membuka kesempatan, 
takut untuk menjalani kehidupan.

Takut akan kecewa, takut akan mengecewakan
dan dikecewakan.

Tapi entah, semua hilang bersamamu
Lenyap dan pudar dibawa angin dan tawa merdu
Seolah dihisap oleh mesin penyedot debu 
Yang tak pernah melewatkan pun sebersit abu.

Seinstan itu.
Secepat itu. 
Semudah itu.

Tak heran mengapa selalu inginku mendengar suara, 
atau melihat rupa, 
bahkan sekedar membaca kata. 

Tapi mengapa tak pernah terlintas di pikiranku,
tak pernah sekalipun muncul setitik rasa?
Mengapa tak pernah terpikir olehku,
tak pernah sekalipun mengidam cinta?

Mungkin aku hanya terlalu takut,
itu saja.

4.3.14

Having my skills back (hooray!)

It's weird and awkward how you met someone who used to be so close to you, how you looked at his/her eyes and found that you were looking at some stranger that you don't even know.
It's weird how things could change so fast, and how our mindsets could turn into the opposite of we used to be. I found it normal, but excitingly overwhelming.

That was just a thing that came to my mind on this fine evening. Well I now I'm gonna write about inspiration.
These days I've been searching and searching for someone or some thing that would give me something to write about (well as you can see recently I posted 2 posts but the truth is, the 2 of them were in my unpublished posts and I found it good enough to post hehe). I realised that I couldn't write. I didn't even know how to. I didn't even know what to begin and my mind didn't seem to help me either. Well this is a bad thing for me because I used to have so much things to wrote that I even forgot to because there's too many and I can't always instantly write that down.
I tried to write but I found my writing uninteresting and super duper boring and cliche thing and puff! I deleted it. I started feel like "wow my writing skills just decreased" and I felt like "hm what am I gonna do next"...
So after few days of floating (my mind felt like floating somehow), now I found the answer. The answer is, I don't need a big idea or a big inspiration like an invention or something. When I write, I just write. Even I don't really sure what is exactly I'm typing right now. But I guess when we write, our brains started to work and find any words that would make a meaning. I mean, our brain will start to figure out what the next word would be, and the next word after that, and the next after that, and so on.

If maybe this thing didn't work out for you (well it didn't work out for me before either), try to do something different in your life. Example: I'm currently writing with all my lights off, no sun and no light source. And I just came back from a walk, a refreshing one.
Maybe if you felt the same way as I was before, if you couldn't write anything or felt like your writing skills just decreased OR any other things that maybe similar....
You should take a walk.
Take your time.
Take a breath.
Just give some time for your brain to rest and feel a happy mood.
Then you came back and turn the lights off and start to write.

Ok then, bye!
well maybe you shouldn't turn the lights off. Cause now I feel kinda scared.
xx

3.3.14

Aku Ingat.

Aku mengingatnya.
Aku mengingat tubuh besar dan langkah kakinya.
Aku mengingat bagaimana aku tidak menyadari tinggi badannya yang terus bertambah.

Aku mengingat setiap nada yang ia mainkan saat jam istirahat.
Aku mengingat setiap petikan oleh jari-jarinya yang gemetar di atas senar yang melintang.
Aku mengingat jari-jari yang seakan menari di atas piano hitam-putih.
Aku mengingat setiap pejaman sebelah matanya menjelang akhir lagu yang ia mainkan.

Aku mengingat senyumnya yang hangat, setiap aku datang meminta bantuan.
Aku mengingat tawanya yang gembira, diikuti matanya yang menyipit, setiap ada hal konyol.
Aku mengingat wajah seriusnya di saat ia berpikir.
Aku mengingat bagaimana ia selalu membuatku tersenyum di setiap kehadirannya.

Aku mengingat perkataannya yang membuatku tertawa.
Aku mengingat cerita-cerita sedihnya yang membuatku terdiam.
Aku mengingat matanya yang seringkali melongo, melamun ke samping,
Aku mengingat bagaimana aku selalu bertanya-tanya, apa yang sedang ia pikirkan.

Aku mengingat sepasang sepatu putihnya, yang selalu ia pakai.
Aku mengingat bagaimana sepatu itu berubah usang setiap harinya.
Dan aku mengingat bagaimana aku benci melihatnya memakai sepatu lain.
Dan kemudian, aku mengingat bagaimana akhirnya sepatu itu digantikan juga.

Tapi aku juga mengingat seberapa patah hatinya.
Seberapa lama ia menunggu untuk orang itu,
Seberapa lama ia pendam perasaannya,
Seberapa lama ia sembunyikan itu semua,
Seberapa lama ia tersenyum untuk menutupinya.

Atau kemudian, seiring waktu berjalan,
Aku mengingat seberapa lama mereka tertawa bersama,
Seberapa lama senyum aslinya bertahan,
Seberapa lama semuanya terasa indah,
Dan seberapa cepat waktu merenggut itu semua.

Aku tidak peduli kapan kisah ini akan berakhir,
Aku pun tidak tahu bagaimana kisah ini berawal.
Aku tidak akan membiarkan ia tahu,
Aku tidak akan pula melakukan apa-apa.

Jika ada orang yang bertanya,
Jika datang waktunya padaku untuk menjawab,
Aku akan menjawab,

“Aku mengingatnya.”
Lilypie Kids Birthday tickers