27.1.13

...

sebelumnya maaf. yang baca post ini mungkin bakal mikir "ih lala lebay" "ih lala sok alim" "palingan cuma bentar berubahnya terus ntar balik lagi". tapi ini gak becanda. serius. aku jg gatau bisa ngelakuin apa ngga. pengen curhat, tapi gatau ke siapa. satu-satunya temen yang selalu siap sedia dan ada dimanapun, kapanpun adalah blogger.
akhir-akhir ini, emang aku deket banget sama yang namanya twitter, dan bbm. entah kelakuanku yang nambah egois atau gimana atau mungkin tambah sombong, akhirnya pun muncul kata-kata yang asal keluar. niatnya bercanda, tapi ternyata orang lain nangkepnya beda. biasa, kesalahpahaman. tapi kalo kupikir-pikir lagi, emang masuk akal. aku emang asal ngomong. blak-blakan. kelakuanku beda di luar dan di dalem. aku ga mikir dulu bakal jadi apa kalo aku ngomong ini, itu.
kemarin aku baru baca post dari blog kakak sepupuku yang sangat menginspirasikan. kuulangi, sangat menginspirasikan. dan isi posting ini juga mungkin kurang lebih hampir sama.
evaluasiku.
1. terlalu cepat membuat keputusan
tanganku, asal ketik. asal pencet. asal melakukan. apa yang aku pikirkan, aku tulis. aku ketik ini itu. aku ketik berbagai rupa kata yang kurangkai menjadi kalimat yang membuat orang lain tidak nyaman lah, membuat resah lah, merendahkan lah, entahlah apa yang mereka pikirkan. tapi semua ini aku ketik berdasarkan hasil pikiran cepat. cepat. tanpa pikir panjang. aku tau itu salah, tapi mungkin karena aku punya penyakit lupa yang membuat hal itu langsung hilang begitu saja. jadi aku langsung mengetik apa yang ada di dalam pikiranku. tidak membutuhkan waktu yang lama untuk aku mengetik kalimat-kalimat negatif atau kalimat-kalimat yang membuat orang lain tidak nyaman. dan orang lain harus memberitahukannya kepadaku dulu bahwa mereka tidak nyaman, baru aku sadar kalau kalimatku membuat orang tidak nyaman. aku gak bisa nyadar sendiri kalo ternyata kalimatku itu bikin orang nggak nyaman. mungkin di suatu kasus. tapi kasus langka.
2. akibat pergaulan?
aku bergaul dengan anak-anak yang bisa dibilang gak begitu alim, tapi bukan berandal dan enak diajak ngobrol. dulu pas kelas 6, aku bisa dibilang anak yang alim. tapi sekarang? no way. teman-temanku pasti akan bilang aku muna kalo aku bilang diriku itu alim. ya aku ngaku kok aku nggak alim. kadang aku melanggar aturan, jadi provokator dan bikin orang lain nggak fokus. kalian pikir aku gak sadar? sebenernya pas ngelakuin itu aku nggak sadar tapi pas selesai ngelakuin itu aku baru sadar. mungkin karena efek berpikir otakku itu agak lamban untuk mencerna apa yang telah aku lakukan. mungkin juga karena aku terlalu cepat mengambil keputusan. atau mungkin karena aku terlalu cepat berpikir, jadi aku cepat mengambil keputusan, tapi lambat menyadari efek dari keputusan tersebut.

tapi, ya, entahlah. ini masih sebuah 'misteri' yang belum terpecahkan. untuk memecahkan misteri kita butuh bukti, fakta, dan tidak hanya satu sudut pandang.

aku gak bisa merubah diriku secepat yang kalian inginkan. mungkin kalian pengen abis nulis post ini aku langsung berubah. tapi..kenyataannya gak segampang itu. aku gak bisa langsung ngomong "dear otak, bisakah kau berpikir agak lama sebelum membuat keputusan?". itu bukan hal yang mudah. dan tolong kalian maklumi sikap ku yang memang bisa dibilang brengsek ini. muna lah. murahan lah. dan semua bahasa yang bisa menjelaskan sikapku yang gak baik ini.
aku minta bantuan kalian untuk dukung aku berubah. "emang siapa gue lo suruh bantuin berubah?" ya, setidaknya, kalau kalian masih punya rasa kasihan. tapi kalau nggak, mungkin proses ini gak bakal tuntas secepet yang kalian minta.

gini, terus, dari luar, aku emang keliatan alim karena pakai kerudung. tapi di dalamnya, kenapa aku ngerasa kalo aku emang kampret banget. muka dua. depan alim, belakang nggak. aku tau kok seberapa nyebelinnya aku di mata kalian. aku manusia, punya kekurangan, kelebihan. sama kayak kalian.
entahlah, aku gak tau apa yang menyebabkan aku senyebelin ini. kasus ini belom selesai. tolong, kalo kalian bisa, kasih tau kenapa aku nyebelin. kenapa aku bisa kayak gini. siapa tau bisa bantu.
makasih sebelumnya, maaf kalo menurut kalian post ini lebay dan gak penting. aku juga gak tau 'proyek' ini bakal berhasil atau tersapu sama penyakit lupaku.
-xoxo-

No comments:

Post a Comment

Lilypie Kids Birthday tickers